Saya Menjadi Guru

Puji Tuhan, saya diterima jadi guru di Yayasan Pendidikan Jaya setelah melalui beberapa tahapan penyaringan (psikotes, wawancara, dan mengajar di kelas). Saya tak menduga, pelamar yang mendaftar sampai berjumlah 300 orang. Dari 300 orang itu, saya termasuk 6 orang yang beruntung dari wilayah Jawa Timur.

Yayasan ini adalah bagian dari PT Pembangunan Jaya yang merupakan salah satu grup dirian dan binaan Ciputra. 20 Maret s.d. 20 April ini saya akan magang di Sekolah Pembangunan Jaya di Jakarta.

Magang akan dilanjutkan lagi di Surabaya, pada tanggal 20 April s.d. 20 Juni. Baru, setelah itu akan diangkat jadi guru di sekolah tersebut. Bagi saya, sekolah ini modern.

Semoga ini menjadi awal terwujudnya impian saya untuk menjadi guru dan penulis seumur hidup.

4 Responses to “Saya Menjadi Guru”

  1. Andrew Says:

    Being a teacher is about a lifetime dedication. You will be taken example by many persons, but in the other hand you have the authority to share the Godly influence to many as well.

    The true journey has begun, and the road is long. But in JESUS, there is nothing impossible.

    Reach your dream bro…

    Jbu…

  2. AmELZz Says:

    Kepada Pak Sidik, perkenalkan nama saya Shinta, seorang mahasiswa tingkat satu. Secara kebetulan saya menemukan blog Anda saat saya melihat tulisan Anda di wevsite Escaeva. Bagi saya, tulisan2 di blog Anda sangat menginspirasi pemikiran saya yang mulai desperate thd hidup dan pilihan saya.

    Saya sendiri juga mempunyai keinginan utk mjd penulis, bahkan saya punya cita2 utk menerbitkan sebuah novel… tetapi saya menemukan, bahwa ide2 yang sering saya dapat seringkali tidak sesuai dengan order pasaran novel skrg, terutama remaja yg sedang terkena demam teenlit dan chicklit, saya lebih menyukai cerita fantasi, science fiction dan sejenisnya (mungkin mirip2 dgn tema kartun Jepang) karenanya saya ragu dan bimbang, apakah saya bisa menerbitkan novel saya? Tulisan saya bisa dihargai oleh orang lain? …

    Tetapi sejak membaca artikel Anda, saya menemukan inspirasi baru, mungkin persepsi di atas itu salah.. saya menjadi ingin berusaha menyukai kegiatan menulis. Menulis karena suka. Walau saya tetap tidak berhenti mengharap cerita saya bisa dipublikasi (namanya juga masi manusia ehehehehe)

    Intinya, terima kasih atas tulisan2 Anda itu, telah sedikit banyak membangun kepercayadirian. Keep writing, dan teruslah berkarya.

    ps: bukankah Anda sekarang adalah seorg guru? Kalau begitu, saya panggil Pak boleh? saya kan tetap masih berstatus murid hehehehe…

    ~salam~

  3. AmELZz Says:

    Ohya, lupa menambahkan, saya juga suka menulis blog, dan tentang blog Bpak ini saya juga tulis menjadi salah satu tema blog saya. Saya bhkan meminjam beberapa kalimat yg menurut saya menginspirasi. Terima kasih atas kesediaan Bapak mengizinkan saya mengutip. Tujuan saya, supaya teman2 yang membaca blog saya juga bisa ikut terinspirasi =))

  4. Fanny Says:

    waks! guru dan penulis!! pasti akan berikan pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang, entah sekarang dan akan datang.
    tanggung jawabnya besar dan harus punya komitmen yang kuat juga.
    selamat ya, Bro.. :)

Leave a Reply