Archive for June, 2007

Catatan Minggu Pagi

Friday, June 29th, 2007

Sunrise_1

Fajar kemuning semburat merah jelang tiba hari-Nya
Sujud sembah kuhaturkan dalam hati hening
Berlaksa syukur membuncah atas kurnia dan kemurahan-Nya
Di segala kala tak goyah kasih sayang-Nya yang bening

Blog Baru

Sunday, June 17th, 2007

Hidup tanpa melucu itu rasanya kelu.
Hidup tanpa
tawa bagai di neraka.
Mari melucu walau dianggap tak lucu.
Mari tertawa walau
tampak sedikit gila.

Saya punya blog baru. Isinya puisi-puisi dan cerita-cerita lucu. Puisi-puisi lucunya buatan saya sendiri. Cerita-cerita lucunya berasal dari yang pernah saya baca atau dengar (tapi yang saya anggap belum basi).

Nah, ingin menengok? Silahkan klik:

maritertawa.blogspot.com

Dua Sisi Memaksa Diri

Saturday, June 16th, 2007

"Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tapi kemalasan menyebabkan kerja paksa." (Amsal 12:24)

Dua kuda yang bisa berbicara, Bree dan Hwin, sedang membawa dua manusia, Shasta dan Aravis, menuju Narnia. Perjalanan ini semestinya ditempuh cepat-cepat karena Narnia dalam bahaya. Namun, dalam perjalanan itu, Bree bimbang: apakah ia memang tak sekuat dulu sebagai kuda seorang tentara perang, atau ia sedang tak menggunakan segenap kekuatannya. Dalam perjalanan ini akhirnya mereka mengambil keputusan yang salah: memutuskan beristirahat sesaat.

C.S. Lewis, dalam kisah Narnia yang berjudul Kuda dan Anak Manusia ini menguraikan dengan baik sekali sebab-musabab kebimbangan Bree: "… salah satu akibat terburuk diperbudak dan dipaksa melakukan berbagai hal adalah ketika tidak ada yang bisa memaksamu lagi, kau akan mendapati dirimu hampir kehilangan kekuatan untuk memaksa dirimu sendiri."

Kadang kita seperti Bree. Keberadaan orang lain atau suatu lembaga kerja yang menuntut kita melakukan ini-itu memang tak salah. Tapi jangan kita menjadikannya sebagai dasar penggerak hidup kita. Kita akan diperbudak oleh orang lain atau lembaga kerja jikalau demikian. Setelah Allah, kitalah yang berkuasa atas diri kita. Segenap pekerjaan dan hidup kita, kita lakukan untuk kemuliaan Allah.

Sebelum kita tak menyadari besarnya kekuatan yang kita miliki akibat kemalasan yang bertumpuk-tumpuk selama ini, mari kita paksa diri kita untuk berkarya dan mempersembahkan yang terbaik. Memaksakan diri untuk bekerja tanpa batas itu salah, tapi memaksa diri untuk bekerja ketika kita bermalas-malasan itu harus.

"Kerajinan tak melekat sebagai sifat, tapi sebagai sikap dalam diri orang-orang pilihan."