Totalitas dan Kreatifitas
Tuesday, January 8th, 2008
"Give me two pages from the Bible, and I’ll give you a motion picture." Berikan saya dua pasal dari Alkitab dan saya akan memberi Anda sebuah film. Yang menyatakan itu adalah seorang sutradara ternama. Namanya kini dijadikan sebagai salah satu jenis penghargaan di ajang Golden Globe bagi sineas yang sudah uzur dan punya karir panjang dalam dunia film, alias penghargaan seumur hidup (lifetime-achievement award). Namanya adalah Cecil B. DeMille.
DeMille, yang juga sering disebut deMille (dengan huruf "d" kecil) adalah seorang yang dikagumi karena kemampuan hebatnya dalam menyutradarai film. Dia menyutradarai salah satu film yang terkenal The Ten Commandements (1956). Dia juga mampu mendayagunakan orang-orang yang tak terkenal sebagai bintang film menjadi aktor-aktris hebat.
Film-film yang disutradarinya tak kurang dari 80 judul! Sebuah totalitas yang luar biasa.
Di awal karirnya, tahun 1914, sebelas film ia sutradarai. Satu tahun sebelas film!
Penghargaan seumur hidup memang pantas diberikan bagi orang yang telah berjuang dengan komitmen seumur hidupnya untuk suatu bidang. Namun sayangnya, beberapa dari kita seringkali tak setia pada satu bidang untuk dikerjakan. Kita kurang totalitas.
"Indonesia masih kekurangan orang kreatif," kata Ir. Ciputra, pengusaha terkenal itu. Kreatifitas kita kurang, dan tumpul, karena kita tak memiliki totalitas. Totalitas dengan sendirinya melahirkan kreatifitas, karenanya mari kita belajar setia untuk mengerjakan apa yang harus kita kerjakan.
"Apa yang harus saya lakukan adalah semua yang saya perhatikan, bukan apa yang orang-orang pikir tentang diri saya." (Ralph Waldo Emerson)
